Curhat Random : Saya dan Bandung

08.57 Dini Ratnadewi 0 Comments


Pasti anda sudah bisa menebak isi postingan saya kali ini, yups ! saya akan menceritakan sesuatu yang istimewa antara saya dan Bandung :D. Untuk saya Bandung bukanlah kota yang asing, meskipun saya baru menetap dikota ini sekitar 5 tahun yang lalu namun karena beberapa kali pernah berkunjung ke sini sebelumnya, ya jadilah kota ini tampak tak aneh buat saya.

Namun setamat SMA saya tidak pernah berpikir akan melanjutkan kuliah di kota kembang ini. Saya justru amat menginginkan untuk kuliah di Jakarta atau sekitarnya karena beberapa alasan pribadi :)). Tapi apa mau dikata karena satu dan lain hal akhirnya saya meneruskan studi di salah satu kampus di bilangan Dipati Ukur, Bandung. Sejujurnya saat memutuskan untuk pergi ke Bandung (dengan perasaan terpaksa) ada banyak pertanyaan yang mengganggu saya, seperti  apakah saya akan baik2 saja di kota ini ? apakah saya akan memiliki teman yang menyenangkan ? apakah saya akan menyukai kota ini ? dan masih banyak pertanyaan lain yang sibuk saya jawab sendiri.

Jembatan Pasupati Bandung (dok : infobdg.com)

Banyak kisah yang sudah saya lalui dikota ini, baik cerita yang terasa manis, asem, asin, pedas, kecut bahkan hambar. Memasuki bangku kuliah, untuk pertama kalinya saya hidup jauh dari orangtua. Pada saat itu sedang bulan Ramadhan, saya merasakan betapa sepinya sahur dan buka puasa tanpa keluarga tercinta :'(. Sedikit banyak rasa kesepian itu ternyata berpengaruh pada kondisi kesehatan saya. Karena saya jatuh sakit Bapak memutuskan untuk menjemput saya dan memindahkan studi saya ke kampung halaman di Cirebon. Namun, karena Mamah melarang dengan alasan agar saya bisa hidup mandiri dan mengatasi masalah maka Bapak mengurungkan niat itu. Mungkin jika Mamah tidak menghentikan Bapak, cerita hidup saya tidak akan seperti ini. Thanks for that :), apapun itu saya mensyukuri hidup saya sekarang. Singkat cerita akhirnya saya memiliki ikatan dengan kota ini (Cieee..:D). 

Bahkan saya memiliki teman2 (yang saya anggap saudara) karena kota ini. Dulu saat memasuki kelas untuk pertama kalinya saya agak takut, takut teman2 sekelas tidak ramah, tipe yang selalu membully dan ketakutan2an bodoh lainya. Secara saya masuk fakultas teknik yang didominasi lelaki, apalagi teman2 lelaki sekelas saya itu berambut gondrong dan bertampang seram :)). Tapi setelah kenal, ternyata mereka friendly serta lucu :D. Ada saja banyolan yang terlontar dari mulut mereka ketika kelas sedang berlangsung.

Monumen Perjuangan, lokasinya di depan UNPAD Bandung (dok : sebandung.com)
Selain memberikan sahabat, kota ini juga mengajarkan betapa segala sesuatu harus diraih dengan bekerja keras. Saat masih studi dulu, saya sempat mengalami yang namanya frustasi (tapi ga sampe pengen bunuh diri yah :))). Saya menelpon orangtua, menangis sejadi2nya sambil mengeluhkan beban studi dan rasa cape yang saya rasakan. Lagi2 Bapak hanya menasehati untuk bersabar dan tetap berusaha namun tentu diiringi doa :). Begitu pula ketika saya sedang menyusun skripsi, boleh saya katakan fase 'Skripsi' ini adalah fase yang full of drama. Pada fase ini emosi saya banyak naik turun, mulai dari masalah pribadi sampai sidang skripsi yang hampir gagal. Tapi Alhamdullilah akhirnya saya bisa lulus juga. Sampai akhirnya 'The Real World' yang sesungguhnya harus saya hadapi juga di kota ini. 'The Real Word' yang saya maksud disini adalah dunia kerja. Yaa, setelah lulus saya memutuskan untuk tetep tinggal dan bekerja disini. 

Bukan hal yang mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang ideal di kota ini, apalagi bagi fresh graduate. Lagi2 saya harus berjuang untuk mendapatkan pekerjaan pertama saya. Mulai dari mendatangi event2 jobfair (yang menurut saya kurang efektif) sampai melamar via online pernah saya jalani, namun undangan untuk interview tak datang2 juga :'(. Pernah seorang kawan yang sudah bekerja diluar kota, menawarkan pekerjaan yang kebetulan tersedia dikantornya kepada saya. Tapi entah kenapa berat rasanya meninggalkan Bandung. Bandung yang dulu saya datangi karena terpaksa kini terlalu berat utuk saya tinggalkan. Mungkin karena terlalu banyak kenangan yang tercipta dikota ini.
"dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan." -  Pidi Baiq
Yaa, kata2 diatas benar adanya. Bagi saya Bandung bukan cuma sekedar kota, tapi rumah. Rumah yang memberikan kenyamanan dan akan selalu saya rindukan.

Kesimpulan :
  • Jangan takut untuk melangkahkan kaki ke tempat yang baru. Merasa khawatir, menurut saya sangat wajar tapi jangan sampai rasa takut itu menghalangi anda untuk jadi pribadi yang lebih baik dan mandiri.
  • Beradaptasilah dengan lingkungan sekitar. Dimanapun itu jika anda tidak mencoba berbaur, maka anda tidak akan pernah merasa Connect  dengan lingkungan tersebut. 
  • Carilah teman sebanyak2nya. Hidup ditempat baru apalagi seorang diri (duh..sedihnya :'() tentu memiliki banyak resiko. Selain merasa kesepian kita juga pasti membutuhkan bantuan orang lain. Entah itu hanya sekedar meminta bantuan kecil seperti memasangkan lampu misalnya (pengalaman pribadi karena ga nyampe :D) atau hal2 lain yang bersifat emergency yang tidak bisa dilakukan sendiri.
  • Cobalah untuk tetap berpikir positif. Percayalah, bahkan tempat terburuk pun selalu memiliki pelajaran yang dapat kita ambil.

Semoga tulisan ini bermanfaat :)

You Might Also Like

0 komentar: